Please Don’t Go


Tittle: Please Don’t Go

Author: Mozi

Cast: Kang Haneul, Kim Momo

Lenght: Drabble

Genre: Hurt

Disclaimer: cerita ini murni hasil inspirasi author, cast masing-masing hanya milik sang pencipta serta agency nya. Warning typo, stop copas without permision.

♥♥♥

Tak lagi sama seperti biasanya. Dia terlihat dingin, tak punya hati. Bahkan bisa dibilang dia seperti orang lain. Yang masih tetap sama adalah, kita berada dibawah langit yang sama, rasa sakit yang entah dari mana datangnya. Pilu, meringkuk dalam kesedihan, terasa mati seluruh syaraf dalam tubuh. Beberapa detik yang lalu masih terasa indah, namun sekejap menjadi kelam. Gelap, sesak, sakit, ingin menghilang tapi tak sanggup. Tuhan apa ini? Mungkinkah aku tengah bermimpi buruk.

“Oppa kau sudah tidur?” Tanya Momo dalam pesan singkatnya. Tak ada balasan. 1menit, 2 menit, 3 menit.
drrttt…drtttt … ponsel Momo bergetar, dibukanya pesan dari orang yang tengah dia khawatirkan.

“Anio, ajik” jawabnya Kang Haneul singkat. “Kau sedang apa Oppa?” Momo mulai merasa ada yang aneh dengan kekasihnya.

“Aku sedang mengobrol dengan temanku” hening sesaat, semakin sesak dada gadis mungil ini. Pipi gembilnya mulai basah, entah sejak kapan air mata ini turun. Momo semakin bertanya-tanya pada dirinya sendiri. “Apa aku melakukan kesalahan Oppa? Apa kau sedang banyak masalah? Mengapa kau seperti ini Oppa” isaknya semakin menjadi. Momo memukuli dadanya yang terasa sesak.

.Keesokan harinya.

“Selamat pagi Oppa” pesan singkat itu terkirim mulus dari ponsel Momo. Berjam-jam lamanya Momo memandangi layar ponsel dalam genggamannya. “Kau membacanya tapi kau tak membalasnya. Apa yang terjadi padamu Haneul-ah?” Kembali Momo merasa sesak di dalam dadanya. Momo memutuskan untuk membuka SNS milik Haneul.

“Semakin terlihat berbeda, bukan seperti aslinya. Mulai terasa muak, sepertinya memang sudah tak pantas untuk diperjuangkan. Biarlah dia menjadi aneh, mungkin ini memang jalan yang sudah ia pilih.”

Deg…… jantung Momo berhenti berdetak seketika membaca status Kang Haneul. “Oppa, wae geurae? Apa maksudmu menulis semua ini? Benarkah ini yang kau rasakan saat ini Oppa?” Momo ambruk, tubuhnya lunglai seakan tak bertulang. Kaki, tangan, bibirnya bergetar hebat. Air mata semalam kembali tumpah. Basah pipi gembilnya dengan butiran demi butiran air bening yang keluar dari matanya.

“Baiklah Oppa, aku pergi. Aku akan pergi jika itu yang kau mau. Begitu mudahnya kau berkata, tidakkah kau ingat janjimu? Kau bilang padaku genggamlah tanganku, karena aku tidak akan melepaskannya sebelum kau yang melepaskan.”
Menyedihkan, gadis itu hanya bisa memeluk seseorang dalam bingkai foto. Terlihat sangat bahagia orang yang ada di dalam foto itu. Momo memeluk foto yang telah dibingkai, dimana saat itu dia tengah duduk disamping Haneul. Selfie pertama mereka sejak mereka mulai mengetahui perasaan masing-masing.
Kini hanya tinggal kenangan, Momo bahkan tetlihat seperti mayat hidup. Rasa sakit itu hadir lagi. Inilah yang selalu dia sesalkan jika berhubungan dengan perasaan.

♥♥♥
END

Advertisements

One Comment Add yours

  1. wiandra says:

    Omo omo omo haneul kok gitu banget…
    Meskipun drabel tapi tetep asyik buat dibaca…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s