Goresan Pena 1


Untuk menjadi baik. Seseorang harus melalui rintangan di hadapannya.Untuk menjadi dewasa. Seseorang harus melalui batu dan kerikil yang di injaknya. Kerikil-kerikil tajam itu akan membawanya kepada level yang lebih tinggi. Bukan hanya mendewasakan diri. Karena sejatinya. Seseorang yang dikatakan dewasa adalah dia yang telah lulus melampaui ujian. 

Bahwasanya separuh dari dalam diri manusia adalah ego. Dimana, ego itu sendirilah yang akan menjadi ujiannya. Sedangkan disisi lain adalah hasrat. Untuk menjadi manusia yang memiliki ketangguhan di dalam dirinya. Bukan hanya mampu untuk menjadi bijak. Tapi, lebih kepada mampukah dia menahan ego dikala kesempitan menghimpit tubuhnya. Mampukah dia mencerna atas apa yang telah dia lalui. Bersama dengan luka, amarah, kecewa, bahkan kenangan yang menyakitkan. Karena manusia hanya seonggok daging bernyawa yang tak ada apa-apanya dihadapan sang maha kuasa. Lalu, apa yang patut untuk mereka sombongkan. Mengaku bahwa dirinya lah yang paling mulia. Mengaku bahwa dirinyalah yang paling benar.

Ini bukan semata-mata masalah kedewasaan. Tapi, sudahkah kita memahami apa sebenarnya makna dari kedewasaan itu sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s