DANDELION (Part 1)


Author : Mozi Bee

Cast : Kang Haneul, Hong Jong Hyun, Kim Momo (Oc), Kim Hyunseok (Oc), and Other

Genre : Sad Romance

Lenght : Chapter16487131_1900880660145636_7757253396869725727_o

Cut …. joha… good job…

Kalian sudah bekerja keras, break sebentar. Aba-aba sang sutradara menandakan shooting berhenti untuk istirahat sejenak.

Nampak seorang lelaki tengah duduk di kursi lipatnya sambil sesekali menyesap ice coffe. “Woah… Kang Haneul kau memang sesuatu” sembari mengacungkan kedua ibu jarinya sutradara menghampiri Haneul yang tengah bersantai sejenak ditengah padatnya crew. “gamsahamida…” Haneul menyunggingkan senyum khasnya yang sangat manis.

Beralih pada kepadatan lainnya di Negeri Matahari Terbit, yaitu Jepang. Gadis berambut lurus berwarna hitam dengan kostum yang begitu indah menempel pas di tubuh nya. Tingginya kira-kira 175cm, tinggi badan yang merupakan idaman setiap wanita. Dengan postur tubuh proporsional gadis ini melenggang diantara barisan gadis-gadis lain diatas catwalk.

Kim Momo, begitulah ia kerap dipanggil. Namanya sudah tidak asing lagi di Jepang. Dia adalah gadis muda dengan sejuta bakat. Kim Momo terjun ke dunia modeling sejak usianya genap sepuluh tahun. Kepribadiannya yang hangat membawanya masuk ke dunia entertainment. Kecintaanya terhadap dunia model adalah hal yang diwariskan oleh Ibunya yang juga mantan seorang model terkenal kala itu. Namun, ia memilih mengakhiri popularitasnya dan lebih memilih untuk membuka restoran di Korea Selatan.

“Eomma, jigeum mwohae?” rajut manjanya pada suara di seberang telepon.

“Aku sedang memikirkan menu baru untuk restoran kita. Bagaimana keadaanmu? Sudah makan? Vitaminnya selalu kau minum kan?”

“Aku sudah bukan gadis kecilmu lagi yang harus setiap jam kau cemaskan Eomma. Ishhh…” gelak tawanya merekah.

“Ohh baiklah gadis kecilku sekarang sudah dewasa rupanya. Jadi, bagaimana apakah harimu menyenangkan sayang?”

Jika sudah begini waktu terasa sangat cepat. Disela jadwal padatnya Kim Momo yang notabene adalah model terkenal tetap tidak bisa dipungkiri jika dia adalah gadis yang manja terhadap orangtuanya. Darah Korea Ibunya yang berpadu indah dengan darah Belanda Ayahnya, menghasilkan rupa yang begitu menawan. Tak heran jika siapapun yang melihatnya akan langsung terpana.

Melihat sesuatu yang indah harusnya Seol adalah yang terindah. Namun, Jepanglah yang membesarkan namanya. Terbesit sebuah harapan untuk kembali ketempat asalnya. Hangatnya sebuah keluarga, tawa riang yang mengisi ruang tamu, gesekan sandal yang beradu dengan lantai kayu. Lalu, tangan usil yang selalu memainkan hidung kala mata cantik itu terlelap.

“Aku rindu kalian semua. Abeoji, Eomma, geurigo Eonni. Jeongmal bogoshipeoseo”

Entah apa yang membuatnya begitu rindu dengan tanah kelahirannya. Seperti sesuatu sedang menantinya pulang. Lagipula, kontrak dengan tempatnya bekerja sekarang sebentar lagi akan expired. Setidaknya satu hal itu bisa memenuhi impiannya kembali kepelukan keluarganya.

Incheon Airport

Aku melangkah riang besama dengan sebuah lagu yang menurutku sangat pas. Sungguh rasa terimakasih yang sangat besar dan sebuah keberuntungan yang benar-benar luar biasa. Di saat seperti ini pimpinan memberiku kesempatan untuk kembali kepada tanah kelahiranku. Dengan berat hati aku meninggalkan segalanya di Jepang. Ya, aku rasa namaku hanya akan terkenal disana. Tapi tunggu, aku telah salah prediksi. Bukan hanya di Jepang. Ternyata disini sudah banyak kerumunan fans dengan spanduk beserta fotoku. Oh ya ampun, bagaimana aku bisa seteledor ini. Bagaimana mungkin aku bisa keluar dari sini dengan selamat. Dengan banyaknya orang di luar sana. Oh Tuhan, apa yang harus aku lakukan. Betapa bodohnya aku mengabaikan hal yang sepenting ini. Sama saja jika aku harus bunuh diri dengan menyeberangi lautan manusia itu.

Tiba-tiba tanganku diseret oleh seseorang dengan kacamata hitam, coat cokelat susu dengan sepatu boat senada. Syal menutupi sebagian wajahnya, aku tak dapat mengenalinya dengan jelas. Yang aku tahu hanyalah dia seorang gadis yang tingginya hanya sebatas bahuku. Aku masih terdiam bingung mengamati sosok dihadapanku yang telah menarik pergelangan tanganku.

Tangan yang berbalut dengan sarung tangan berbahan woll perlahan melepaskan kacamata hitam, menarik kebawah syal hingga menampakkan wajah putihnya. Dia tersenyum, menampilkan sebuah lesung pipi yang sungguh sangat manis.

“Kau seperti kambing bodoh ditengah kerumunan serigala” dia tertawa terbahak.

“Long time no see.. sister” dipeluknya tubuhku yang lebih tinggi dari tubuhnya. Harum lavender perlahan memasuki rongga hidungku. Harum yang lama tak pernah kucium. Aku rindu aroma ini.

Aku membalas pelukannya. Sejenak menumpahkan segenap rasa rindu. “eonje waseo? Eonni” bibirku tersenyum. Dia adalah kakak perempuan terbaik yang kumiliki. Usianya hanya terpaut satu tahun lebih tua dariku. Tapi, sikapnya padaku sudah seperti ibu keduaku.

“Aku sudah menduga kau tidak akan menyewa pengawal untuk mengantarmu pulang. Jelas kau sudah tahu bahwa kau bukan orang biasa yang bisa kapan saja pulang dan pergi dengan selamat tanpa pengawasan dari wartawan. Dasar bodoh” dia melepaskan pelukan hangat yang entah sudah berapa lama.

“Yya, aku hanya berpikir aku tidak begitu terkenal disini. Bukankah adikmu ini adalah gadis baik yang sangat rendah hati, sampai akupun tak terlalu memikirkan bagaimana aku pulang tanpa pengawal” sebuah pukulan kecil mendarat dibahuku.

“kau masih sama seperti dulu, tak pernah berubah. Mungkin hanya wajahmu saja yang berubah”. Dia terdiam sejenak “kau semakin cantik” imbuhnya.

Dengan pengawalan yang telah disiapkan oleh Hyun Seok eonni, aku pulang dengan selamat. Meskipun harus melewati lautan manusia yang semakin penuh sesak. Sebuah sambutan hangat dari fansku di Seoul. Beberapa kado, serta bouquet bunga diberikan kepadaku. Tertulis pula spanduk dengan namaku disana “Wellcome Back Kim Momo”. Aku mengenali siapa yang membawanya. Dia adalah Abeoji. Segera kupercepat langkahku menuju mobil putih dimana Abeoji telah menungguku. Menunggu untuk membawa putrinya pulang keistana yang lama kutinggalkan.

= = = = = = =

Didalam sebuah gedung yang telah dipenuhi dengan kamera berbaris rapi. Meja serta kursi telah ditata dengan sedemikian rupa. Wartawan sudah siap dengan laptop serta sederet pertanyaan. Lima menit lagi acara akan dimulai. Malam ini pers digelar dalam rangka promosi drama terbaru bintang yang tengah naik daun. Dia adalah Kang Haneul.

Kilatan cahaya dari beberapa kamera menandakan acara telah dimulai. Satu persatu pemeran memasuki ruangan yang telah disiapkan sejak beberapa waktu yang lalu. Dengan senyum ramah dan juga lambaian tangan ringan. Haneul meyapa awak media.

Acara hari itu sangatlah menguras tenaga. Setelah satu jam lamanya mempromosikan drama terbarunya. Masih ada sederet jadwal lagi yang harus Haneul lalui. Namanya kini sedang naik daun memang. Itulah yang membuatnya semakin sibuk. Bahkan tak jarang waktu istirahatnyapun terbuang. Saat disela-sela break Haneul memanfaatkannya untuk tidur, barang hanya lima menit.

Siang itu saat pers sedang dimulai duduklah seorang wanita dengan antusias mengikuti jalannya acara. Dengan laptop didepannya. Satu botol air mineral disamping laptop, dan tak lupa tiga dus kecil pocky rasa coklat kesukaannya. Gadis itu mengamati dan menyaksikan dengan tidak langsung pria idamannya. Senyumnya mengembang ketika Haneul mulai naik ke podium sambil tersenyum dan melambaikan tangan.

“Jika kau hanya duduk manis mengagumi wajahnya kau tak akan pernah bisa bertemu dengannya, pabboya” sebuah suara mengganggu pendengarannya. “Harusnya kau mulai untuk mencari agensi yang bisa merawatmu Momo-ya”

“ahhh… kau berisik sekali kakak. Arra…nanti aku akan mencarinya. Kau jangan khawatir” tangannya melambai pertanda sebuah pengusiran secara halus agar kakaknya pergi dan membiarkan Momo menikmati acara dengan tenang.

Bagaimanapun seseorang yang paling mengkhawatirkan Momo adalah Hyun Seok, kakak kandungnya. Sudah hampir dua bulan lamanya sejak kembalinya Momo ke Seol. Selam itu yang dilakukan adiknya hanya bermalas-malasan. Waktu istirahat yang lebih dari cukup. namun sepertinya Momo tidak begitu khawatir dengan itu.

“Yya… bagaimana aku bisa diam saja jika sudah lima agensi kau tolak dengan alasan kau tidak tertarik. Alasan macam apa itu eoh. Paling tidak cobalah satu yang memang cocok untukmu. Apa kau mau membusuk dikamar dan hanya mengikuti kegiatannya lewat layar datarmu itu. Harusnya kau bertindak. Siapa tahu saja dengan begitu kau bisa bertemu dengannya secara langsung. Apa kau tidak menginginkan bisa menyapa dan berbicara dengannya”

Momo melongo mendengarkan celotehan kakanya. Seakan angin segar menghempas wajahnya. Apa yang dikatakan kakaknya memang benar. Setidaknya meskipun tak dapat menyapa langsung. Melihatnya secara langsungpun adalah hal yang sangat baik.

“Joha… Naega haebwa” Momo nyengir menatap kakaknya. Sesaaat kemudian Hyun Seok melemparkan sebuah amplop coklat berukuran sedang pada Momo. “Ige mwoya?”

“Baca dan pelajarilah. Saat kau sedang tidur tadi perwakilan dari agensi itu menitipkan kontrak kepadaku untuk diserahkan padamu”

“Eoh… woah daebak… ini adalah agensi dari seseorang yang aku kenal. Dulu dia juga seorang model, sekarang namanya mulai dikenal di sebuah drama” Momo cengar-cengir membuka berkas yang ada di dalam amplop coklat ditangannaya.

“Baiklah, buatkan aku janji dengan pimpinan agensi ini. Aku akan datang menandatangani kontrak dengan mereka. Aku tahu agensi ini memang sangat merawat artis-artisnya. Lagi pula aku juga sudah harus keluar dari sarang” Hyun Seok hanya manggut-manggut. Kali ini yang mengurus segala hal nya adalah kakaknya. Karena Momo tidak mempercayai orang lain yang bisa mengurusnya dengan baik selain orang itu.

Lalu dengan siapakah Kim Momo menandatangani kontraknya? Akankah dengan bergabung dengan agensi itu Momo bisa menyapa Kang Haneul?

Nantikan cerita selanjutnya ya… mohon dimaklumi karena Authornya masih kaku untuk ngetik lagi. Secara sudah lama hiatus tanpa megang keyboard.

To Be Continue

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s